Selasa, 04 Oktober 2011

MENGENAL BAHASA C++


Sejarah C++
      Berbicara tentang C++ dan C sebagai bahasa pendahulunya, C merupakan termasuk bahasa pemrograman tingkat menengah. Pencipta C adalah Brian W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie pada tahun 1972.

      C merupakan bahasa pemrograman terstruktur yang membagi program ke dalam sejumlah blok (sub program). Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam pembuatan dan pengembangan program. Program yang ditulis dengan C mudah sekali dipindahkan dari satu jenis mesin ke mesin lain. Hal ini karena adanya standarisasi C yaitu ANSI (American National Standards Institute) yang menjadi acuan para pembuat compiler C. C++ diciptakan satu dekade setelah C. C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustroup dari aboratorium Bell, AT&T pada tahun 1983. Pada awalnya C++ diberi nama “A better C”. Nama C++ sendiri iberinama oleh Rick Mascitti. Adapun tanda ++ berasal dari operator increment pada bahasa C
Keistimewaan C++ adalah karena bahasa ini mendukung OOP (Object Oriented Programming). Tujuan utama pembuatan C++ adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrogram dalam membuat aplikasi. Kebanyakan pakar setuju bahwa OOP dan C++ mampu mengurangi kompleksitas terutama program yang terdiri dari 10.000 baris lebih, bahkan dapat meningkatkan produktivitas 2x lipat dari C, Pascal dan Basic.

Elemen Dasar C++
A. Identifier (Pengenal)
      Pengenal adalah suatu nama yang biasa dipakai dalam pemrograman untuk menyatakan variabel, konstanta, tipe data, dan fungsi. Aturan untuk penulisan identifier sama dengan aturan dalam pascal, antara lain:
• Tidak boleh dimulai dengan karakter non huruf
• Tidak boleh ada spasi
• Tidak boleh menggunakan karakter-karakter ! @ # $ % ^ & * ( ) + ` - = { } [ ] : " ; ' < > ? , . / |
• Tidak boleh menggunakan reserved words yang ada dalam C++.

B. Tipe Data
      Berikut ini tipe data yang ada dalam C++
1. Tipe data bilangan bulat:
• char
• int (integer)
• short (short integer)
• long (long integer)

2. Tipe data bilangan real:
• float (real)
• double (real double)
• long double

3. Tipe data bilangan bulat:
• unsigned char
• unsigned int (integer)
• unsigned short (short integer)
• unsigned long (long integer)

C. Deklarasi Variabel
      Seperti halnya Pascal, variabel yang digunakan dalam program harus dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian deklarasi di sini yaitu mengenalkan variabel ke program dan menentukan tipe datanya. Berikut ini contoh pendeklarasian variabel:
int bil; char aku,dia;

Sumber : http://awhik.blogspot.com/2008/02/artikel-i-mengenal-bahasa-c-sejarah-c.html

Senin, 03 Oktober 2011

Alone At Ahe Jungle

Angin terasa menembus tulang rusukku, begitu dingin dan hening suasana disini. Hanya terdengar suara-suara dari binatang kecil. Aku berjalan setapak demi setapak melewati bukit-bukit kecil, tak tahu arah tetapi yang pasti aku masih mencoba berusaha keluar dari tempat ini. Hutan ini begitu lebat, banyak semak belukar dan tumbuhan berduri, sampai-sampai tubuhku terluka karena terkena duri-duri tajam dari tumbuhan itu. Tak terasa aku sudah berjalan cukup lama tetapi sedari tadi aku hanya berputar-putar kembali ketempat ini. Kakiku terasa sangat pegal, dan aku berfikir untuk beristirahat, kulangkahkan kakiku ke arah sebuah pohon besar yang rindang, setelah tepat berada di depan pohon itu, ku sandarkan tubuhku ke batang pohonnya dan kuluruskan kakiku. Hari sepertinya sudah mulai gelap, sepertinya aku akan tetap disini sampai matahari terbit kembali. Aku mendengar perutku berbunyi, terasa lapar dan haus tetapi aku tak mempunyai stok makanan lagi. Roti terakhir sudah ku habiskan ketika aku masih bergabung dengan teman-temanku, tadinya kami hanya ingin mengelilingi bukit kecil yang berada di sekitar air terjun, karena ku dengar di tempat ini ada air terjun yang indah dan ada goa-goa kecil disekitarnya dan aku memutuskan untuk mendatangi tempat itu bersama keenam temanku. Tetapi tadi karena aku terpisah dari teman-temanku ketika aku sedang mengikat tali sepatuku yang terlepas dan sekarang aku jadi sendirian, padahal tadi hanya beberapa detik dan mereka sudah meninggalkanku. “Hufh, mereka bukan teman yang setia kawan,” protesku dalam hati.
Sepertinya, aku melihat beberapa bayangan yang bergerak cepat dibalik rerumputan yang berjarak lima belas meter dari sisi kanan tempatku berada. “Siapa itu?”, tanyaku. Tetapi tak ada yang membalas, dan aku mencoba mengulangi pertanyaanku “ SIAPA ITU?”, kali ini aku bertanya dengan intonasi yang tinggi. Seketika aku menjadi merinding , otakku mulai berpikir yang tidak-tidak. Lalu aku mendengar ada suara langkah-langkah ,entah itu manusia atau binatang dan apa mungkin hantu?, eeeh tapi tidak mungkin kalau hantu karena mereka tak melangkahkan kakinya ke bumi. Belum sempat aku menoleh tetapi, mulutku sudah dibungkam dan kedua mataku ditutup oleh kain yang gelap, aku meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tanganku tapi tidak bisa. Aku pikir mereka lebih dari satu orang karena aku mendengar suara-suara yang berbeda. Mereka sepertinya berkomunikasi satu dengan yang lainnya tetapi aku tidak mengerti karena kalimat-kalimat yang mereka ucapkan terasa asing bagiku dan suara mereka pun terdengar berat. Dua mahluk itu merangkul pundakku dan seolah memaksaku berjalan mengikuti langkah mereka. Keringat mengalir di sekujur tubuhku, tanganku meggigil dan jantungku berdetak sangat cepat. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami berhenti di suatu tempat, entah dimana tetapi aku mendengar suara derasnya air dan sepertinya itu adalah air terjun. Setelah, diam beberapa menit akhirnya kami melajutkan langkah kami, kali ini sepertinya aku berjalan menuruni bukit dan sampai akhirnya telapak kakiku menyentuh air, terasa basah dan sangat dingin, kira kira tinggi airnya selututku, sesekali aku hampir tergelincir karena menginjak batu-batu kecil yang berlumut tetapi dua mahluk yang menopang pundakku membantuku untuk berjalan, kemudian kami berhenti lagi di suatu tempat tetapi sepertinya ini adalah tempat tujuan mereka membawaku karena mereka menyandarkanku kesuatu dinding bebatuan, aku pun duduk masih dengan tangan terikat, mata tertutup dan mulut terbungkam. Sepertinya aku berada didalam goa, karena aku mendengar tetesan air yang jatuh dari stalagtit dan dindingnya pun terbuat dari bebatuan yang berlumut. Mereka membukakan ikatan kain di bibirku, dan aku pun berteriak sekencang-kencangnya meminta tolong. “ Apa salahku pada kalian? Sampai-sampai kalian menyekapku, tolong lepaskan aku, ku mohon”, kataku sambil menangis, air mataku tak tertahan lagi. Tetapi mereka tak meresponku, kali ini aku pasrahkan saja hidup dan matiku pada Tuhan yang Maha Esa. Tubuhku terasa lemas,dan sampai akhirnya aku tertidur. Dan aku berharap hari esok lebih indah dari hari ini.
Keesokan harinya kicauan burung membangunkanku dari tidurku dan ternyata tanganku masih terikat dan mataku masih ditutupi oleh kain. Suasanya hening, sepertinya aku belum mendengar suara-suara aneh dari mahluk itu, sampai akhirnya ada beberapa langkah yang datang menghampiri tempat aku sekarang. Tangannya memegang tanganku dan aku spontan menjerit ketika tangannya menyentuh tanganku, berlendir dan licin. “Uuueekk”, tiba-tiba perutku terasa mual dan tangannya melepaskan tali yang ada di pergelangan tanganku. Ketika tanganku terlepas, aku pun mencoba melepaskan kain yang menutupi mataku dan aku pun berhasil melepaskannya. Tapi pandanganku belum jelas masih terlihat buram, mungkin karena semalaman mataku tertutup oleh kain itu. Kemudian aku mencoba mengusap-usap kedua mataku, aku berkedip sekali, dua kali dan ketiga kalinya pandangan ku pun sudah terlihat jelas tetapi aku tersentak ketika aku melihat pemandangan yang begitu mengerikan, aku melihat banyak sekali mahluk yang mengerumuniku, lebih tepatnya mereka dapat dikatakan sebagai monster, bentuk mereka aneh-aneh, ada yang berbulu sangat lebat seperti orang utan, ada juga yang menyerupai gurita dengan banyak tentakel di tangannya dan ada juga yang amat sangat menjijikan dengan lendir kuning yang menempel di seluruh tubuhnya. Tetapi pemandangan goa ini begitu indah, mataku mengamati setiap detail yang ada disini, begitu indah tapi terkecuali monster-monster itu. “Potong-potong!”, Teriak salah satu mahluk yang berbulu dan kemudian mahluk lainya menjawab. “Iya, lalu nyalakan apinya”. Oh Tuhan apa yang ingin mereka lakukan padaku, sepertinya aku akan dijadikan sarapan pagi untuk mereka.
Aku mencoba berdiri dan berlari menghindari mereka, entah mau kemana tapi yang jelas aku harus menjauhi dari mahluk-mahluk yang mengerikan itu atau aku akan menjadi sarapan mereka, aku berlari lurus mencari jalan keluar, sesekali aku menoleh kebelakang dan aku melihat mereka juga berlari mengejarku dengan membawa pisau-pisau kecil dan memegang api obor, aku masih berlari sekuat tenaga dan sepertinya aku melihat ada cahaya yang menyinari ujung jalan, mungkin itu adalah jalan keluarnya, sekarang aku sudah beberapa meter dari cahaya itu.
Aku pun berhasil keluar dan aku melihat air terjun yang sangat indah, gemercik air menambah keidahan sungai itu. Astaga aku hampir lupa kalau aku sedang berlari menghindari kejaran mahluk-mahluk itu, aku tak sempat lari lagi karena tanganku sudah dipegangi oleh mahluk yang berbulu lebat itu. Aku diam seribu bahasa, dan beberapa mahluk lainya mengahampiriku dengan mengangkat pisau yang ada di pergelangan tangan mareka tinggi-tinggi. Langkah mereka semakin dekat dan akhirnya satu dari mahluk berlendir itu memelukku dengan erat. “Aaaargh, lepaskan aku!” teriakku. Dan akhirnya ia melepaskan pelukannya dari tubuhku, kemudian tangannya memegang kepalanya dan memutar kepalanya lalu ia mencoba melepas kepalanya, aku pun spontan memejamkan kedua mataku. Suasana hening dan akhirnya mereka berteriak, “ SURPRISE!!!!”, aku pun membuka kedua mataku perlahan dan taraaaaaa ternyata mahluk-mahluk itu adalah teman-temanku yang menggunakan kostum monster. Mereka melepaskan topeng topeng dari wajah mereka, dan apa kalian tahu siapa manusia lendir yang memeluk tubuhku tadi? Heemm, dia adalah pacarku, Bryan. “Fyuuuh” aku bersyukur mereka bukan monster sungguhan tetapi rasa kesal yang mendendam memenuhi otakku. “Arrgh,, kalian jahat banget sich sama gue” kataku kesal dan mereka memeluk tubuhku dan meminta maaf, kemudian mereka membawakanku troli yang di atasnya ada sebuah Blackforest yang porsinya cukup besar dan di atasnya ada dua lilin yang berangka satu dan tujuh, ya aku baru ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke tujuh belas.
“Happy birthday to you my honey” Bryan mengucapkan selamat kepadaku dan kemudian ia memelukku lagi, “Maaf ya, kami semua udah ngebuat kamu takut, tapi kami hanya ingin membuat surprise yang nggak terlupakan buat kamu”. Lalu teman-temanku menghampiriku, terutama mereka teman-teman yang meninggalkanku sewaktu aku mengikat tali sepatuku, rasa amarahku hilang ketika aku melihat mereka mereka memohon maaf padaku karena sudah membuatku merasa takut semalaman, hatiku pun luluh dan akhirnya aku memaafkan mereka. “Happy birthday Carla… happy birthday Carla… happy birthday.. happy birthday… happy birthday to youuu,” mereka pun menyanyikan ku lagu wajib yang selalu ada di setiap perayaan ulang tahun, dan aku meniup nyala api yang berasal dari kedua lilin itu. “Potong kuenya…potong kuenya sekarang juga …sekarang jugaaa,,,sekarang jugaaaa” kata mereka. Lalu aku pun menurutinya, aku mengambil sebilah pisau dari genggaman Bryan dan aku memotong Blackforest itu lalu menaruhnya ke sebuah piring plastik. Emmm ,aku berpikir untuk siapa ya potongan pertama ini? Dan aku memberikanya pada pacarku, Bryan dan aku menyuapinya lalu disambut sorakan dari teman-temanku . Lalu kami tertawa, sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh monster-monster itu, uppz salah maksudku yang sudah disiapkan oleh teman-temanku. Tetapi ketika kami sedang asyik menyantap hidangan, terdengar suara langkah kaki yang berjalan di belakang kami, serentak kami menoleh dan kami melihat ada mahluk kecil berlendir yang berukuran kurang lebih satu meter mendekati kami. “ Aaaaarghh” Teriak kami bersamaan dan kami pun lari sekencang-kencangnya menjauhi tempat itu. Entah itu mahluk apa, tapi yang jelas itu bukan bagian dari kami. Ini takkan pernahku lupakan, hari yang tak terduga. 

Senin, 26 September 2011

PENGERTIAN DIKSI

    
      Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.

      Dari buku Gorys Keraf (DIKSI DAN GAYA BAHASA (2002), hal. 24) dituliskan beberapa point – point penting tentang diksi, yaitu :

•     Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
•     Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
•     Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.
     
      Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial – adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.

      Selain itu juga Diksi, digambarkan dengan kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya. Atau kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.

      Jika dilihat dari kemampuan pengguna bahasa, ada beberapa hal yang mempengaruhi pilihan kata, diantaranya :
  • ·        Tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang ‘diamanatkan’
  • ·          Kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya.
  • ·        menguasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan kata) yang dimiliki masyarakat bahasanya, serta mampu menggerakkan dan mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas dan efektif.

KESESUAIAN DIKSI
      Perbedaan ketepatan dan kecocokan pertama-tama mencakup soal kata mana yang akan digunakan dalam kesempatan tertentu, walaupun kadang-kadang masih ada perbedaan tambahan berupa perbedaan tata bahasa,pola kalimat, panjang atau kompleknya suatu alinea, dari beberapa segi lain. Perbedaan antara ketepatan dan kesesuaian dipersoalkan adalah apakah kita dapat mengungkapkan pikiran kita dengan cara yang sama dalam sebuah kesempatan dan lingkungan yang kita masuki.

A.Syarat-Syarat Kesesuaian Diksi

      Syarat-syarat kesesuaian diksi adalah sebagai berikut:

1.Hindarilah sejauh mungkin bahasa aatau unsur substandard dalam situasi yang formal.
2.Gunakanlah kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja. Dalam situasi yang umum hendaknya penulis dan pembicara mempergunakan kata-kata popular.
3.Hindarilah jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4.Penulis atau pembicara sejauh mungkin menghindari pemakaian kata-kata slang
5.Dalam penulisan jangan mempergunakan kata percakapan.
6.Hindarilah ungkapan-ungkapan usang (idiom yang mati).
7.Jauhkan kata-kata atau bahasa yang artfisial.

      Hal-hal tersebut akan diuraikan lebih lanjut dalam bagian-bagian di bawah ini

1. Bahasa Standar dan Sub Standar
      Bahasa standar adalah semacam bahasa yang dapat dibatasi sebagai tutur dari mereka yang mengenyam kehidupan ekonomis atau menduduki status sosial yang cukup dalam suatu masyarakat. Kelas ini meliputi pejabat-pejabat pemerintah, ahli bahasa, ahli hukum, dokter, pedagang, guru, penulis, penerbit, seniman, insinyur, dan lain sebagainya.
      Bahasa non stsndar adalah bahasa dari mereka yang tidak memperoleh pendidikan yang tinggi. Pada dasarnya, bahasa ini dipakai untuk pergaulan biasa, tidak di pakai dalam tulisan. Kadang unsur ini digunakan juga oleh para kaum pelajar dalam bersenda gurau, dan berhumor. Bahasa non stadar juga berlaku untuk suatu wilayah yang luas dalam wilayah bahasa standar.
Bahsa standar lebih efektif dari pada bahasa non standar. Bahasa non standar biasanya cukup untuk digunakan dalam kebutuhan-kebutuhan umum.

2. Kata Ilmiah dan Kata Populer
      Pilihan kata dalam hubungan dengan kesempatan yang dihadapi seseorang dapat dibagi atas beberapa macam kategori salah satunya adalah kata-kata
ilmiah melawan kata-kata populer.
      Bagian terbesar dari kosa kata sebuah bahasa terdiri dari kata-kata yang umum yang dipakai oleh semua lapisan masyarakat, baik yang terpelajar maupun orang atau rakyat jelata. Maka kata ini dinamakan kata-kata populer.
      Kata-kata ini juga dipakai dalam pertemuan-pertemuan resmi, dalam diskusi-diskusi yang khusus, dan dalam diskusi-diskusi ilmiah.
Contoh:
Kata populer kata ilmiah
Sesuai Harmonis
Pecahan Fraksi
Aneh Eksentrik
Bukti Argumen
Kesimpulan konklusi

3. Jargon
      Kata jargon mengandung beberapa pengertian.
      Jargon adalah suatu bahasa,dialek, atau struktur yang dianggap kurang sopan atau aneh tetapi istilah itu dipakai juga untuk mengacu semacam bahasa atau dialek hybrid yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa, dan sekaligus dianggap sebagai bahasa perhubungan atau lingua franca.
Jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang ilmu tertentu, dalam bidang seni, perdagangan, kumpulan rahasia, atau kelompok-kelompok khusus lainnya.
      Oleh karena jargon merupakan bahasa yang khusus sekali, maka tidak akan banyak artinya bila dipakai untuk suatu sasaran yang umum. Sebab itu, hendaknya dihindari sejauh mungkin unsur jargon dalam sebuah tulisan umum.

4.Kata Percakapan
      Kata percakapan adalah kata-kata yang biasa dipakai dalam percakapan atau pergaulan orang-orang yang terdidik. Pengertian percakapan ini disini sama sekali tidak boleh disejajarkan dengan bahasa yang tidak benar, tidak terpelehara atau tidak disenangi.
Bahasa percakapan yang dimaksud disini lebih luas dari pengertian kat-kat populer, kata-kata percakapan mencakup pula sebagian kata-kata ilmiah yang biasa dipakai oleh golongan terpelajar

5.Kata Slang
       Kata slang adalah kata-kata non standar yang disusun secara khas; bertenaga dan jenaka yang dipakai dalam percakapan. Kadang kala kata slang yang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja.
Kata-kata slang sebenarnya bukan hanya terdapat pada golongan terpelajar, tetapi juga pada semua lapisan masyarakat.

6.Idiom
      Idiom adalah pola struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frase, sedangkan artinya tidak bisa diterangkan secara logis, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang membentuknya, misalnya: seorang asing yang sudah mengetahui makna kata makan dan tangan, tidak akan memahami makna perasa makan tangan. Siapa yang berfikir bahwa makan tangan sama artinya dengan kena tinju atau beruntung besar ? dan selanjutnya idiom-idiom yang menggunakan kata makan seperti: makan garam, makan hati, dan senagainya.

7.Bahasa Artifisial
      Yang dimaksud dengan artifisial adalah bahasa yang disusun secara seni.
Fakta dan pernyataan-pernyataan yang sederhana dapat diungkapkan dengan sederhana dan langsung tak perlu disembunyikan.
Artifisial : Ia mendengar kepak sayap kalelawar dan guyuran sisa hujan dari dedaunan, karena angin kepada kemuning.
Ia mendengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali menampakkan bima sakti yang jauh.
Biasa :Ia mendengar bunyi sayap kelelawar dan sisa hujan yang ditiup angin di daun.
Ia mendengar derap kuda dan pedati ketika langit mulai terang.

Jenis-Jenis Pilihan Kata atau Diksi
 1. Berdasarkan makna
a. Makna Denotatif
      Makna denotasi menyatakan arti yang sebenarnya dari sebuah kata. Makna denotasi berhubungan dengan bahasa ilmiah. Makna denotasi dapat dibedakan atas dua macam relasi, pertama, relasi antara sebuah kata dengan barang individual yang diwakilinya, dan kedua relasi antara sebuah kata dan ciri-ciri atau perwatakan tertentu dari barang yang diwakilinya.
Contoh: Bunga melati

b. Makna Konotatif
      Makna konotatif adalah suatu jenis kata yang memiliki arti bukan sebenarnya dari sebuah kata.
Contoh: Bunga Bank

2. Berdasarkan leksikal
a. Sinonim
      Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama.
Contoh:
• sayang bersinonim kasih

b. Antonim
      Antonim adalah dua buah kata yang maknanya “dianggap” berlawanan.
Contoh:

• Bagus berantonim dengan jelek.
c. Homonim
      Homonim adalah dua buah kata atau lebih yang sama bentuknya tetapi maknanya berlainan.
Contoh :
• Ibu mengukur kelapa terlebih dahulu sebelum mengupas pisang itu.
http://savvior.blogspot.com/2010/10/diksi-atau-pilihan-kata.html