Rabu, 05 Desember 2012

PERKEMBANGAN TELEMATIKA UNTUK MASA DEPAN




Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermuculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bias memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalh tersedia akses hotspot dimana-mana sehingga hamper setiap orang dapat mengaksesnya.

Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Jadi, pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Periode Rintisan : Pada tahun 1970 perkembangan telematika di Indonesia sangat terbatas karena perhatian yang minim dari pemerintah dan pasokan listrik yang terbatas pada saat itu. Sehingga Indonesia tidak perduli dengan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980, penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang kita kenal saat ini yaitu email yang dirintis pada tahun 1980.

Periode Pengenalan : Teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir pada awal tahun 1990 mulai ramai. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980, terus berkembang seiring dengan berkembangnya telematika di Indonesia.

Periode Aplikasi : merupakan munculnya era dunia digital untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live.Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya.

Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah.

Tetapi jauh dari itu semua, mengenai trend ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.


Sumber :
http://anjar77.wordpress.com/2012/10/10/
http://bumi-mulya.blogspot.com/search/label/Pengantar%20Telematika

Rabu, 31 Oktober 2012

BIDANG TELEMATIKA


TELEMATIKA

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data.
Berbeda dengan banyak pemikiran dari masyarakat umum, saat ini telematika hanya terpaku pada masalah kejahatan internet dan keaslian dokumen melalui analisa metadata yang digembar-gemborkan belakangan ini oleh Roy suryo. Telematika yang dikenal oleh praktisi IT tidak hanya sebatas itu, melainkan mencakup integrasi antara telekomunikasi dan informatika seperti yang telah disebutkan sebelumnya pada pengertian telematika diatas.
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
  •         Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.



  •       Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).



  •       Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).


Bidang yang terkait dengan telematika antara lain adalah :
• E-Government
• E-Commerce

Selasa, 30 Oktober 2012

Fitur Layout Telematika


Fitur Layout Telematika


Terdapat 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. Fitur-fitur itu antara lain:

1. Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer (kayaknya jaman dulu sampe sekarang teknologi itu dipakai militer dulu baru di kasih ke orang sipil, trus kapan orang sipil bisa punya teknologi?), sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya

2.       2Tangible User Interface

Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.



3.     3.  Computer Vision

Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

4.      4.  Browsing Audio Data

Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
a)      Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode
identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
b)      Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name
Server) oleh program aplikasi

c)       Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan
IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat
server pribadi
d)       Compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk
mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server
layanan menangkap video / audio data melalui Internet.



5.       5. Speech Recognition

Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan (hebat, padahal kalo lagi di dikte sama dosen juga kita bisa ngubah suara jadi tulisan). Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yan  g orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.
6.      


6. Speech synthesis

Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.






sumber : -----------
http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/

Rabu, 17 Oktober 2012

TELEMATIKA

1. Pengertian Telematika


Kata "Telematika" diambil dari bahasa Perancis yaitu “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan dengan : 
“Bertemunya jaringan komunikasi dengan telnologi informasi” 


  

dari TELEMMATIQUE tersebut kemudian menjadi TELEMATICS dalam bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari : “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep : Computing and Communication.

Telematika menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ) 
Sementara itu definisi asli dari TELEMATIC (WIKIPEDIA) : 

 The integrated use of telecommunications and informatics, also known as ICT (Information and Communications Technology). More specifically it is the science of sending, receiving and storing information via telecommunication devices. “

2. Contoh Aplikasi Telematika


Dalam hal komersil atau pun perdagangan, telematika menghadirkan konsep e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, dan berjualan.
 

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (software), perbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. E-banking sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM, bahkan membeli pulsa.
Contoh lain Ragam bentuk dari telematika yang sering kita pakai di dunia perkuliahan adalah e-learning. Universitas Gunadarma yang merupakan Universitas IT terkemuka di Jakarta pun juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan media e-Learning. Setiap mahasiswa diberi kemudahan dalam mengikuti perkuliahan jarak jauh mata kuliah tertentu tanpa harus berada di kampus.

3. Contoh Penerapan Telematika
E-goverment 

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.
Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.


E-commerce

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.


E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. 
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. 
Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. 
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference. 


Sumber : 

1. http://ekizcieler.blogspot.com/2011/10/abstrak-perkembangan-telematika-yang.html

2. http://iyozdamnation.wordpress.com/2010/10/17/contoh-penerapan-telematika/

3.http://bangunariyanto.wordpress.com/2009/10/05/pengertian%E2%80%9Ctelematika%E2%80%9D/

Sabtu, 12 Mei 2012

Resensi Nyonya Besar


Oleh :  Threes Emir
Tags :  Novel,    Metropop,    Sosialita,    Ibu
Terbit : Februari 2012
Sinopsis :
Nyonya Besar adalah nyonya penggemar tas merek tertentu yang harganya selangit, ia kesal sekali melihat begitu banyak wanita yang ikutan menentengnya, padahal tas mereka palsu.
Nyonya Besar adalah istri seorang direktur yang gemar musik klasik dan berdansa ballroom, sementara suaminya penikmat musik dangdut. Setengah mati sang Nyonya Besar ingin mengubah selera musik suaminya, namun tak berhasil.
Nyonya Besar adalah seorang nyonya baik hati yang tidak hanya membiayai sekolah anak-anak sopirnya, bahkan juga mengirim si sopir dan istrinya ke Mekah untuk naik haji.
Nyonya Besar adalah seorang ibu yang dengan indra keenamnya mampu melihat anak gadisnya menjadi ”simpanan” pejabat dan dengan tegas membawa kembali putrinya pulang.
Jangan-jangan salah satu Nyonya Besar dalam buku ini punya kisah yang sama dengan Anda atau orang yang Anda kenal….

Minggu, 06 Mei 2012

Biaya Kuliah di PTN Yang Semakin Mahal



BANDUNG, RIMANEWS-Pendidikan merupakan hak semua masyarakat, tapi kenyataan untuk bisa sekolah di jenjang perguruan tinggi termasuk di perguruan tinggi negeri (PTN) semakin hari semakin mahal.
Contoh kasus, untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), seorang mahasiswa harus merogoh kocek hingga Rp100 juta agar bisa lulus, atau sekitar Rp25 juta per tahun.
Uang sebesar itu dihabiskan mulai dari proses pendaftaran mahasiswa baru hingga diwisuda. "Normalnya, per mahasiswa membutuhkan Rp100 juta per empat tahun atau sejak masuk hingga lulus," ujar Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni Hasanudin Z Abiddin kepada wartawan di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kamis (13/1/2011).
Tingginya biaya kuliah tersebut tentunya sangat memberatkan masyarakat di tengah melambungnya biaya hidup, mulai dari kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, naiknya tarif dasar listrik hingga terus melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Dengan kondisi tersebut, pendidikan murah, khususnya jenjang pendidikan tinggi, yang dijanjikan pemerintah melalui kebijakan 20% alokasi anggaran pendidikan dalam APBN dan APBD ini, dipastikan tidak akan dirasakan
masyarakat.
Namun di sisi lain, penyelenggaran pendidikan murah juga menuai dilema bagi pengelola universitas negeri. Pasalnya, dengan status Badan Hukum Milik Negera (BHMN), universitas tidak lagi mendapat pasokan subsidi yang memadai dari pemerintah. Universitas negeri dituntut mencarisendiri sumber keuangannya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, untuk mengatasi keterbatasan dana yang dimiliki, universitas mempunyai cara ampuh yakni membuka lebar penerimaan mahasiswa baru melalui jalur khusus di luar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Tinggi (SNMPTN).
Para mahasiswa jalur khusus tersebut dikenakan biaya kuliah jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa jalur reguler yang melalui SNMPTN. Mereka bisa dikenakan dana sumbangan pembangunan mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung kemampuan masing-masing. Dana yang diperoleh dari mahasiswa 'kaya' tersebut digunakan untuk mensubsidi mahasiswa 'miskin.
Namun mulai tahun ajaran 2011 ini cara tersebut tidak bisa lagi dengan leluasa dilakukan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 34/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, PTN hanya dibolehkan menjaring mahasiswa baru melalui jalur khusus sebesar 40% sisanya harus lewat SNMPTN yang digelar secara nasional.
PTN pun dibebankan kewajiban untuk mengakomodasi mahasiswa kurang mampuuntuk tetap bisa kuliah. Seusai Peraturan Pemerintah No 66/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, PTN wajib menampung 20% mahasiswa dari kalangan miskin dari total mahasiswa baru
yang diterimanya tiap tahun.
Hasanudin mengakui, hal tersebut cukup berat. Dengan asumsi jumlah mahasiswa baru sebanyak 3.300, untuk tahun ini ITB harus menanggung beban biaya kuliah sekitar 600 mahasiswa. "Dengan asumsi itu, ITB harus mencari mencari setidaknya Rp60 miliar untuk menanggung mahasiswa miskin," tandas Hasanudin.
ITB menghapuskan jalur khusus ini karena tidak mau disebut menjual kursi sebagai sumber pendapatan kampus. Karena itu, selain mengandalkan pendapatan dari mahasiswa reguler, ITB juga berupaya mencari sumber lain untuk membiayai mahasiswa 'miskin' tersebut.
Seperti dari program coorporate social responsibility (CSR), dana ikatan alumni (IA), kerja sama industri, kerja sama pemerintah daerah (pemda), serta kerja sama penelitian.
Hasan menegaskan, ITB terus berupaya mencari pendanaan untuk kelangsungan proses perkuliahan mahasiswa dan biaya operasional kampus. "Dana itu tanggung jawab kami, yang penting, siswa pintar tapi tidak punya uang dan ingin masuk ITB, daftar saja dulu, jangan takut," tukasnya.
Komitmen menanggung biaya mahasiswa 'miskin' juga ditunjukkan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Rektor Unpad Bandung Ganjar Kurnia menegaskan, tahun ini akan menerima sekitar 500 mahasiswa baru dari jalur bidik misi yang merupakan program beasiswa pemerintah untuk mahasiswa tidak mampu.
"Kita khususkan program pemerintah kepada mahasiswa tidak mampu," ujar Rektor Unpad Ganjar Kurnia saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2011). Unpad pun tetap membuka ujian jalur khusus sebanyak 40% yang dananya digunakan untuk menyubsidi mahasiswa 'miskin'.
Komitmen kedua PTN ternama di Bandung ini tentunya menjadi kabar gembira bagi para orang tua yang akan menyekolahkan putra-putrinya ke perguruan tinggi. Mudah-mudahan langkah ini diikuti pula PTN-PTN lain.
Di pihak lain, pemerintah pun bisa memenuhi janji untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa. Sehingga cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa yang diamanatkan UUD bisa secepatnya terwujud.(Ins)

Sebab Biaya Sekolah Yang Semakin Mahal

Pendidikan mahal! Koreksi, yang betul adalah biaya sekolah mahal. Pendidikan tidak pernah mahal karena pendidikan berarti usaha penanaman nilai-nilai kehidupan. Ini adalah porsinya orang tua, bukan sekolah. Biaya sekolah mahal! Nah, ini baru pas. Sudah banyak yang menulis mengenai mahalnya biaya sekolah di Indonesia dan penyebabnya. Secara umum, pemerintah dipersalahkan karena kurang memberikan anggaran lebih banyak kepada Departemen DikNas. Tulisan ini mencoba menelaah besarnya biaya sekolah di Indonesia lewat komponen-komponen penyebab mahalnya biaya sekolah itu sendiri. Besarnya biaya belajar para siswa di Indonesia disebabkan oleh tiga hal.
Seragam sekolah adalah penyebab pertama mahalnya biaya bersekolah para siwa di Indonesia. Aneh, kok seragam sekolah? Tentu saja. Tidak ada anak Indonesia yang mau bersekolah jika mereka tidak memilik seragam. Bahkan mereka yang bisa bersekolah tanpa seragam pun justru merasa belum menjadi murid sungguhan karena belum punya seragam sekolah. Tanpa disadari, komponen kecil yang satu ini menjadi momok tersendiri bagi para orang tua murid dan murid sekolah di Indonesia. Tak perlu susah memikirkannya seperti apa. Saat anak masuk sekolah pertama kali, kelas satu SD, mereka sudah wajib memiliki seragam. Sekaya apapun anak tersebut, dia tidak boleh menjadi murid di suatu sekolah apabila ia belum memilik seragam. Kalau anak orang kaya saja tidak boleh bersekolah tanpa seragam apalagi orang miskin. Tidak sampai di situ saja, membeli seragam sekolah pun tidak bisa cuma sekali. Seiring dengan perkembangan fisik anak, orang tua setiap tahun harus memperbaharui baju sekolah anak mereka. Makin cepat perkembangan fisik seorang anak, makin sering pula orang tua harus membeli seragam baru bagi anaknya. Kalau anaknya cuma satu masih enak. Bagaimana yang anakya lebih dari satu? Punya dua pasang anak kembar? Belum sampai di situ, seragam siswa SD, SMP, dan SMA memiliki perbedaan. Baju seragam putih tapi celananya merah (SD), biru (SMP), dan abu-abu (SMA). Dan yang membuat lebih repot lagi adalah kecenderungan setiap sekolah untuk mengharuskan siswanya memakai seragam khusus, batik, pada hari tertentu. Seolah belum cukup membebani orang tua siswa dengan membeli seragam harian, misalnya putih abu-abu (SMA), orang tua harus mengeluarkan anggaran lagi untuk membeli seragam batik. Entah siapa pula yang mengeluarkan gagasan ini kepada sekolah-sekolah di negara ini. Padahal dulu, murid sekolah, SMP dan SMA, hanya memekai seragam harian saja tanpa ada keharusan memakai baju batik pada hari khusus. Dengan cara ini, pemerintah dan sekolah telah sukses melakukan konspirasi dalam membuat biaya bersekolah menjadi lebih mahal dibandingkan dua dekade yang lalu. Kalau argumentasi ini masih diragukan, bagi anda yang sudah memiliki anak, mulailah berhitung tentang uang yang sudah dihabiskan untuk biaya seragam anak anda sendiri mulai dari SD hingga SMA. Cari lagi bon-bon pembelian seragam sekolah itu dan jangan lupa untuk menyesuaikan uang yang telah dikeluarkan dulu dengan tingkat inflasi sekarang.
Beban biaya sekolah juga disebabkan oleh komponen buku pelajaran. Dari dulu sampai sekarang, orang tua murid harus menyediakan sendiri buku pelajaran sekolah bagi anak-anak mereka. Buku apa yang digunakan oleh murid sekolah tergantung dari persetujuan bisnis antara pihak sekolah dan penerbit buku. Seandainya orang tua murid harus membeli buku dari penerbit A dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, maka ini bukan perkara besar. Sayangnya, pengandaian itu selamanya terjadi dalam kenyataan. Tidak jarang harga buku yang dijual di sekolah lebih tinggi daripada harga pasar, harga toko buku. Ini bisa terjadi karena, satu, adanya oknum sekolah yang ingin meraup keuntungan sendiri dan karena penerbit buku harus membayar komisi besar kepada sekolah sehingga mereka membebankan biaya komisi itu pada orang tua murid. Dalam situasi ini, orang tua murid yang kritis bisa saja menolak membeli buku dari sekolah dan mencari sendiri di toko buku yang ada di sekitarnya, yang tentunya tidak bisa dilarang oleh pihak sekolah. Namun yang terjadi pada anak orang tua murid itu bisa ditebak. Anak itu akan disindir dan dicela oleh oleh pihak sekolah--guru, staf sekolah atau, bahkan, kepala sekolahnya sendiri. Yang dilakukan oleh pihak sekolah jelas salah sedangkan yang dilakukan oleh orang tua murid adalah benar. Dan yang menjadi korban adalah si murid itu sendiri. Dia menderita dan bisa mengalami depresi. Tidak membeli buku dari sekolah tiba-tiba menjadi sebuah dosa atau aib bagi diri murid itu. Pengadaan buku secara gratis dengan sistem online oleh DikNas, seperti yang dilakukan tahun lalu, ternyata belum bisa menyelesaikan persoalan mahalnya pengadaan buku. Belum tersediannya fasilitas internet yang menjangkau masyarakat di daerah pedesaan atau terpencil menjadi kendala bagi para murid dan orang tuanya. Pun, seandainya mereka memiliki akses ke internet, biaya pencetakan buku menjadi kendala lainnya. Untuk membuat masalah menjadi lebih rumit, DikNas memilik hobi untuk mengganti-ganti kurikulum nasional sesuka hatinya. Penggantian kurikulum jelas akan berimbas pada buku pelajaran para murid. Sewaktu bersekolah dulu, buku pelajaran saya masih bisa dipakai oleh adik saya, yang duduk dua kelas di bawah saya, karena kurikulum nasional tidak mengalami perubahan yang berarti, dari tahun 1984 loh.
Biaya-biaya tambahan saat bersekolah menjadi penyebab ketiga dari mahalnya bersekolah di Indonesia. Biasanya, pengeluaran rutin orang tua murid untuk biaya sekolah anaknya adalah:
    1.    Iuran sekolah (bulanan, puji syukur kalau tidak pernah naik)
    2.    Seragam (tahunan, syukur kalau badan anaknya tidak melebar ke samping)
    3.    Buku pelajaran (tahunan, Berat memang kalau anak terus naik kelas tapi siapa yang mau anaknya tidak pernah naik kelas)
    4.    Biaya Study Tour (biasanya cuma sekali, buat SMP dan SMA, dan ini juga tergantung tempat tujuan kunjungannya, makin jauh makin mahal)
Sayangnya, pengeluaran rutin ini menjadi tidak rutin apabila sekolah menambahkan biaya lain yang tidak jelas. Misalnya biaya acara pesta perpisahan untuk murid tingkat akhir. Biaya ini harusnya tidak dibebanka bagi murid kelas satu dan dua. Kalau murid kelas tiga ingin mengadakan pesta perpisahan sendiri, mereka harusnya mengumpulkan uang dari diri mereka sendiri. Contoh biaya tidak jelas lainnya adalah penggalangan dana untuk keperluan yang dibuat-dibuat, seperti, pelepasan pensiun pegawai sekolah, pembelian sarana sekolah, penggalangan dana untuk guru yang sedang berduka atau melahirkan, dan lainnya. Lah, itu anggaran sekolah dari pemerintah dikemanakan? Masak untuk acara seperti itu masih orang tua murid pula yang harus menanggungnya. Ada guru yang pensiun, orang tua murid pula yang menanggung pesangonnya. Situ enak, orang tua murid yang susah. Permasalahan ini menjadi berat kerena, terkadang, biaya sekolah yang tidak rutin ini sifatnya tidak boleh sukarela. Saya tidak keberatan dengan kegiatan penggalangan dana untuk kegiatan sosial seperti bantuan bagi korban bencana alam, teman sekolah yang berduka, pembelian kupon PMI atau acara sekolah (Pentas Seni). Kegiatan yang disebutkan tadi memang memiliki misi sosial dan tidak terkesan menguntungkan satu pihak tertentu.
Dari ketiga hal yang sudah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa menggratiskan biaya sekolah di Indonesia adalah hal yang hampir mustahil. Ini sangat diyakini karena pemerintah Indonesia tidak akan pernah punya uang untuk memberi seragam apalagi memperbaharui seragam sekolah setiap murid di Indonesia. Pemeritah juga tidak akan sanggup memberikan buku-buku gratis apabila kurikulum nasional terlalu sering berganti-ganti. Dan yang lebih mustahil adalah membuat anggaran untuk mendanai kegiatan-kegiatan sekolah yang di luar kurikulum dan di luar urusan mengajar belajar. Karena itu, setiap usaha untuk menggratiskan biaya bersekolah para murid di negara ini sebaiknya dialihkan pada pencarian cara untuk mengurangi biaya sekolah para murid-murid Indonesia. Sikap ini jauh lebih realistis dan layak untuk diperjuangkan oleh para anggota DPR, staf DikNas, dan seluruh rakyat Indonesia

Resensi Film Modus Anomali


Sedikit sekali sineas Indonesia yang memiliki kemampuan naratif baik. Era 70 – 80'an kita punyaAsrul Sani. Dan di era Youtube dan Twitter kita punya Joko Anwar
Lihat saja film-filmnya, baik saat ia menjadi sutradara/penulis atau hanya menjadi penulis saja. Setiap filmnya punya penuturan yang baik, dialog penuh punch lines dan dengan diselipkan kejutan. 
ArisanQuickie ExpressFiksi, atau Jakarta Undercover adalah film-film di mana Joko menjadi penulis. Sedang Janji Joni (2005), Kala (2007) atauPintu Terlarang (2009) adalah menjadi pembuktian bahwa di setiap filmnya Joko menetapkan standar tersendiri yang kemudian berusaha dilampauinya. 
Di tiga film terakhir yang disebut di atas, Joko terlihat memposisikan diri sebagai sineas yang gemar bermain-main dengan sebuah karakter yang diselipi berbagai sub-plot dan kemudian ia "menebar" berbagai "ranjau kejutan" yang tidak mudah ditebak. 
Joko membuktikan ia adalah seorang sineas yang gemar "memainkan" pikiran penonton dan juga menerapkan gaya cerita yang non-linear, khususnya diKala dan Pintu Terlarang. "Ranjau kejutan" yang ditebarnya terkadang menjadi petunjuk akan proyeknya yang akan datang atau sekedar menjadi penjelasan atas motivasi karakter di filmnya ketika melakukan suatu tindakan. 
Setelah 3 tahun "absen", di tahun 2012 ini, Joko lantas merilis film terbaru yang diberi judul Modus Anomali. Sebuah proyek yang gaungnya bahkan sudah bergema sejak beberapa tahun belakangan.  
Dari awal proyek Modus Anomali pun, para penggemar Joko sudah "digoda" untuk mengeluarkan ekspektasi liar. Dari teaser poster hingga ke judul filmnya yang juga merupakan "anomali" di perfilman kita. Sesuatu yang tak lazim, sesuatu yang menggugah rasa ingin tahu. 
Curiosity can kill, rasa ingin tahu akan membunuhmu bila dibiarkan terlalu liar. Dan lewat Modus AnomaliJokomembuktikan kebenaran istilah itu kepada penonton. 
Modus Anomali bercerita tentang seorang karakter pria (diperankan oleh Rio Dewanto). Dia adalah pria yang "bangkit" dari kuburnya yang terletak di sebuah hutan. Saat terjaga, sang pria tidak memiliki petunjuk apapun tentang siapa dirinya. Ia tidak tahu namanya siapa dan tidak mengetahui jati dirinya. Sama seperti penonton yang tidak punya petunjuk seperti apa film ini. 
Dia mendapati dirinya di tengah hutan yang sepi dan menemukan sebuah telepon genggam di saku celananya. Saat menghubungi nomor darurat, ia malah semakin bingung dan memutuskan menjelajah hutan. 
Di tengah pencariannya, sang pria tersebut menemukan sebuah pondok kosong dan sesosok mayat wanita hamil. Ia panik, ketakutan dan bertambah bingung. Sebuah kartu identitas yang ada di dompetnya memberi ia sedikit petunjuk bahwa ia memiliki hubungan dengan wanita di pondok itu.  
Tapi itu belumlah cukup. Lantas dengan petunjuk jam weker digital yang menunjukkan angka-angka, serta apa yang telah ia temukan, sang pria terus mencari tahu siapa ia sebenarnya. 

still photo Modus Anomali (courtesy of Lifelike Pictures)

JENIS FILM YANG MEMBUAT PENONTON TERSESAT
Modus Anomali adalah film thriller yang akan membuat Anda tersesat. Sama seperti karakter yang diperankanRio Dewanto yang tersesat mencari jati dirinya di dalam hutan. Penonton saat menyaksikan film ini juga seolah berada di tengah hutan, tanpa petunjuk, tanpa informasi, hanya berharap menemukan petunjuk yang tepat. 
Awal film saja sudah "menyesatkan". Kamera yang diarahkan oleh sinematografer Gunnar Nimpuno menyorot keindahan fauna hutan homogen itu. Sebuah keindahan yang menjadi pengalih bagi sebuah film bak kepinganpuzzle. Penonton harus menyusun setiap "kepingan puzzle" itu menjadi suatu gambaran yang utuh.  
Penonton dibuat "tersesat" dan delusional. Bagaimana tidak? Bila Anda adalah tipikal penonton yang terbiasa menyaksikan film dengan narasi linear dan Anda gemar menarik kesimpulan saat filmnya baru berjalan beberapa menit, bisa dipastikan Anda akan mudah "tersesat". Anda akan ragu dengan kesimpulan yang telah diambil, berpikir kembali dan mencoba merangkai setiap adegan yang telah berlalu.  
Terlebih bila Anda tidak akrab dengan karya Joko Anwar sebelum ini. 
Joko Anwar memainkan perasaan dan nalar penonton, seperti ketika Anda memasuki sebuah labirin yang rumit. Dan Anda harus bersabar memungut satu demi satu adegan di dalam pikiran Anda dan menyimpannya di dalam memori sebagai "bekal" untuk adegan berikut. 
Latar belakang Joko sebagai seorang kritikus film memungkinkan ia membuat jawaban atas setiap tindakan atau adegan, yang bila dilihat sepintas, tidak masuk akal. Anda akan menemukan jawabannya sendiri kemudian (atau justru membuat Anda ragu dengan jawaban Anda). 
Modus Anomali adalah tipikal film yang akan "meracuni" pikiran Anda dengan berbagai dugaan liar yang akan sulit ditemukan persamaan persepsi antara penonton satu dengan penonton lainnya. Ini adalah jenis film yang akan mengundang diskusi dan perdebatan panjang sesudahnya. 
Modus Anomali juga adalah tipikal film yang "dibenci" oleh penulis resensi. Tidak mungkin menjabarkan detail filmnya untuk mengurai kelemahan teknis. Karena bila kita akan mengurai kelemahan teknis, pasti kita akan menyebut adegan. Dan menyebut adegan dalam film Modus Anomali berpotensi memaparkan detil kunci di film ini. 
Memang layaknya keterbatasan "daya ingat" sang karakter utama, Modus Anomali juga memiliki berbagai keterbatasan. Salah satunya adalah akting Rio Dewanto
Film ini berpusat pada karakternya. Berbagai kejadian tak terduga dialami oleh sang karakter dan itu kemudian membawanya kepada paparan emosi yang luas. Diperlukan aktor dengan kemampuan menyampaikan cakupan bentang emosi yang luas dalam film klaustrofobia ini dan itu belum mampu ditampilkan Rio Dewanto secara maksimal. 
Ada beberapa adegan di mana akting Rio justru menjadi petunjuk jelas tentang jati dirinya kepada penonton (apalagi bila mereka akrab dengan film-film Joko Anwar). Bahwa penonton tidak percaya akan dirinya. Namun, sekali lagi Joko Anwar punya alasan yang kuat mengapa ia memakai Rio Dewanto dalam film ini. Bila Anda menyaksikan filmnya terdahulu, kemungkinan Anda akan mengerti. 
Kelemahan selanjutnya adalah penggunaan bahasa Inggris yang terkesan kaku dan tidak nyaman didengar. Film ini sengaja menggunakan dialog berbahasa Inggris, untuk menjelaskan beberapa detil yang tidak akan akrab dengan kultur Indonesia. Beberapa pemain memang fasih melafazkannya, misalnya Hannah Al Rashid
Penggunaan bahasa Inggris jugalah yang mungkin menjadi batasan Rio dalam menyampaikan emosi. Rio adalah aktor berbakat yang dimiliki Indonesia. Namun, memang harus diakui cara ia bermain di film ini belumlah maksimal.  

Related News




Kamis, 26 April 2012

Aksi Kebrutalan Geng Motor




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menilai anarkisme yang dilakukan anggota geng motor karena krisis keteladanan. "Aksi anarkis itu dilakukan oleh anak muda karena tidak punya figur keteladanan ditambah penegakan hukum yang lemah," kata Syafi'i seusai acara bincang-bincang "Merah-Putih".
Ia menganalogikan anggota geng motor sebagai anak-anak yang kurang perhatian dan tidak punya keteladanan yang bisa dijadikan contoh. "Generasi muda saat ini kehilangan 'role model' (suri teladan)," katanya.
Hilangnya suri teladan itu, menurut Syafii, berlaku surut dari puncak pimpinan pemerintahan (DPR dan Presiden) hingga di level rumah tangga, yakni orang tua. "Pemimpin kita sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, terlibat kasus korupsi, skandal ini dan itu. Apa yang bisa dicontoh?" katanya.
Ia juga berpendapat bahwa penegakan hukum yang lemah membuat orang tidak takut untuk berbuat anarkis.
Sementara itu, ia menambahkan, orang yang sudah terlanjur berbuat anarkis menjadi tidak takut untuk mengulanginya lagi. "Seharusnya, penanganan kasus kekerasan yang dilakukan oleh geng motor ini harus segera diusut dan pelakunya dihukum. Jangan dibiarkan berlarut-larut," katanya.
Syafii juga mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang terlalu mengutamakan aspek kognitif akademik siswa. "Ini menjadikan generasi muda kita pintar otaknya saja, tapi hatinya tidak," ujarnya.
Menurut pendiri Maarif Institute itu, aspek moralitas juga diperlukan dalam sistem pendidikan di Indonesia sebagai bekal hidup generasi muda di masyarakat. "Apa jadinya kalau mereka tumbuh besar tanpa hati nurani? Kekerasan, anarkisme, seperti yang dilakukan geng motor ini," katanya.

sumber : http://www.republika.co.id

Rabu, 07 Maret 2012

DEFINISI HARDSKILL



        Pada pembahasan sebelumnya saya telah menjelaskan “Apa itu SoftSkill ?. Dalam kehidupan yang kita jalani ini kita perlu yang namanya kemampuan. Karena kemampuan dapat membuat kita  lebih dari percaya diri lagi dalam menjalani hidup kita. Dengan kemampuan justru akan membuat kehidupan kita jauh lebih berharga dan bermanfaat lagi. Kemampuan bisa dikategorikan ada dua jenis softskill dan hardskill :
           Pada kesempatan ini Saya akan membahas tentang definisi hardskill.
hardskill adalah suatu kemampuan seseorang dalam ilmu pengetahuan / akademik yang kita dipelajari di sekolah dasar samapai kita mejadi sarjana. Mungkin dengan adanya hardskill kita lebih dapat mengetahui adanya wawasan-wawasan yang ada untuk ilmu pengetahuan kita.
         Hard skills juga berhubungan dengan kompetensi inti untuk setiap bidang keilmuan lulusan.
          Sebagai contoh, seseorang lulusan teknik informatika tentunya harus menguasai hard skill di bidang rekayasa perangkat lunak, web programming, dll yang tergolong hard skills di teknik informatika. Demikian juga seorang lulusan Akuntansi, misalnya harus menguasai analisis laporan keuangan, penyusunan anggaran, dll. Pada program retooling ternyata masih ada materi pelatihan ke arah hard skills tersebut. Hmmm jadi semacam pengulangan kuliah atau refreshing saja dong :). Pihak yang berwenang pun berkilah bahwa tidak semua perguruan tinggi berhasil mengajarkan hard skills tersebut, malah katanya hanya sekedar mata kuliah yang tercantum di Transkrip.
.Contoh hard skill meliputi:

     fasilitas dengan spreadsheet
     mengetik
     kemampuan dengan aplikasi perangkat lunak
     mengoperasikan mesin
     pengembangan perangkat lunak
     berbicara dengan bahasa asing
     hitungan

Apakah Soft Skill itu ?

Apabila anda cukup pandai, adalah mudah untuk mempelajari kemampuan tehnis (technical skills)
untuk berhasil dalam pekerjaan. Tetapi bila anda berkeinginan untuk memanjat anak tangga karier
perusahaan, anda membutuhkan kemampuan lain, yakni SOFT SKILLS. Sayangnya sering kita melihat
orang di promosikan pada posisi leadership tanpa memiliki kemampuan soft skills untuk dapat
berhasil.
Marilah kita membahas konsep SOFT SKILLS. Kita akan membahas definisi dari istilah tersebut dan
mencoba menemukan beberapa contoh.Kita juga akan membahas perbedaan SOFT SKILLS dan HARD
SKILLS.
Soft Skills ditempat kerja
Kepiawaian tehnis selalu di hargai dan dinilai tinggi. Meningkatnya kita dalam anak tangga karier
berarti lebih daripada pengakuan sebagai Subject Matter Expert, atau SME. Yang membedakan
antara seorang Manajer dan seorang business leaders adalah penguasaan atas Soft skills. Apabila
hard skills dapat dipelajari dan disempurnakan dengan berjalannya waktu, soft skills lebih sulit untuk
dikuasai dan diubah.
Definisi Soft Skills
Dalam English Dictionary, Soft-skill diberikan definisi sebagai berikut:
Soft skills are interpersonal skills such as the ability to communicate well with other people and to
work in a team. n-plural (Antonym: hard skills)
Soft skills sebenarnya merupakan kumpulan kemampuan bisnis yang dapat dimasukkan dalam salah
satu dari 3 kategori sbb.:
· Interaksi dengan bawahan
· Professionalisme dan / atau Etika Kerja
· Berpikir Kritis atau ber-orientasi pada Problem Solving
Setiap kategori diatas dapat diterapkan hamper pada semua posisi dalam perusahaan apapun juga.
Karena itulah banyak institusi pendidikan manajemen, seperti Harvard Business School, Whartons,
dll mulai menganjurkan pesertanya kesempatan untuk mengembangkan soft skills sebagai bagian
dari kurikulum nya.
Dalam penterapan, ketiga kategori diatas dapat dikembangkan kembali dalam berbagai sub-kategori,
sebagai berikut:
Interaksi dengan Bawahan
Termasuk dalam kategori ini adalah ber-interaksi secara efektif dengan bawahan dan pelanggan.
Contoh dari kategori soft skills ini adalah:
· Networking - dalam arti membangun hubungan yang kuat atau persekutuan dengan yang
lain. Networking sangat penting untuk membangun hubungan dalam organisasi – jika kita
tidak mengetahui akan sesuatu , sangat penting untuk mengetahui siapa yang dapat
membantu.
· Komunikasi – berbagi informasi secara efektif dengan yang lain –termasuk secara verbal,
tulisan dan bahkan komunikasi non-verbal lainnya.
· Teamwork / Kolaborasi –kemampuan untuk bekerja dengan berhasil dalam suatu
kelompok, termasuk menerima peran sebagai pemain dalam – yakni seseorang yang dapat
meletakkan sasaran kelompok diatas sasaran pribadi.
· Menunjukkan Empati – kemampuan untuk berbagi perasaan dengan yang, termasuk
mengerti perasaan orang lain.
Profesionalisme dan / atau Etika Bekerja
Kategori kedua dari soft skills terpusat pada bagaimana seseorang bersikap dalam
pekerjaan. Contoh dari kategori ini termasuk:
· Profesionalisme – termasuk berpakaian secara baik ketempat kerja, tidak pernah terlambat,
berbicara secara santun kepada bawahan, pelanggan dan teman2 sekerja.
· Integritas – bersikap terus terang dan jujur, kemampuan ini sejalan dengan nilai2
Perusahaan dimana ia bekerja.
· Rasa penuh Keyakinan (Optimisme) – kemampuan untuk meng-antisipasi menghadapi
kemungkinan terburuk dan memberikan umpan balik positif bagi mereka yang sedang
menghadapi persoalan.
· Enthusiasme / Motivasi – kemampuan untuk tetap tekun dan mendukung, suatu pemikiran,
sasaran perusahaan ataupun tugas2. Untuk tetap commited dalam mencapai tujuan
bersama.
Pikiran kritis atau Problem Solving
Kategori terakhir dari soft skills berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berpikir kritis
dan mengatasi persoalan ditempat kerja. Kemampuan membaca dan mempergunakan data untuk
mengatasi persoalan ditempat kerja merupakan bakat (talenta) yang sangat dinilai tinggi dalam
setiap tatanan bisnis.
Salah satu kunci untuk dapat menjadi Problem Solver yang efektif adalah kemampuan
mengembangkan suatu solusi bagi persoalan dalam tenggang waktu yang relative pendek. Juga
penting untuk mampu memberikan penjelasan bagaimana solusi yang dikemukakan akan dapat
menyelesaikan persoalan secara logis dan sistimatis.
Soft Skills versus Hard Skills
Mungkin cara paling sederhana untuk membedakan antara soft skills dan hard skills dapat
digambarkan dengan cara sebagai berikut:
· Hard skills adalah yang mudah untuk dilihat dan di-kualifikasikan melalui test2 ilmiah. Juga
akan lebih mudah mengajarkan seseorang hard skills secara formal dalam ruang pendidikan
atau mempergunakan situasi pelatihan on-the-job. Hard skills termasuk kemampuan seperti
menjalankan mesin, mengerjakan spreadsheets, berbicara bahasa asing, atau mempergunakan personal computer.
· Soft skills sering pula disebut sebagai kemampuan mengelola manusia. Jadi berbeda dengan
hard skills, Soft skills tidak mudah untuk di kualifikasi-kan, sehingga sering digolongkan
sebagai intangible. Karena itu tidak jarang kita melihat seorang bawahan lebih memiliki soft
skill yang kuat – karena merupakan kemampuan alamiah mereka untuk berbaurrr dan
membangun kerjasama yang efektif dengan rekan kerjanya, ketimbang atasan nya.
Karena itu wajar bila perusahaan akan lebih menghargai seorang karyawan dengan kemampuan soft
skills yang tinggi, disamping penguasaan tehnis yang dicari. Karyawan akan meningkat keatas jenjang
karier atau tergeser sangat tergantung pada kemampuan soft skills nya, yang membedakan mereka
dari kelompoknya.

sumber : jdcteam.com/pipermail/forum_jdcteam.com/.../attachment.pdf